Jumat, 30 September 2016

Masih sama

30 september 2016
22.28

Malam ini sama seperti malam sebelumnya. Gelap. Hening. Tidak hujan. Bahkan hembusan anginnya pun sama. Sehingga lagi lagi aku merasakan hal yang aku takutin "ketidaknyamanan" .
Entah kenapa bagiku sangat sulit hidup jauh dari tanah lahirku. Adaptasi dengan sifat, sikap, dan berbagai macam jenis karakter orang yang aku hadapi membuatku merasa ingin menyerah. Bukan karna aku pecundang, bukan karna ku penakut, atau bahkan bukan karna aku takut dengan kenyataan. Melainkan aku belum menemukan sosok seorang sahabat yang ada untukku 😢
Saat ini yang ku punya hanyalah nenek dan pacarku yang setia bersamaku disaat aku ngerasa ingin menyerah menghadapi problema ini.
Terkadang ada rasanya aku ingin berteriakk, hatikuuu dah capek menanggung sandiwara ini. Sandiwara dibalik senyuman dan tawa selama ini. Aku merasa aku masih terlalu lemah menghadapii adaptasi ini 😢

Tertanda.
Andin.

Sabtu, 10 September 2016

Pulang ke tanah rantau *lagi*

Haloo semuanyaa. Entah gimana cara aku jelasin perasaan yang aku rasain sekarang. Intinya campur aduk bangett. Ada rasa seneng, sedih, takut, cemas, khawatir, dan banyak lah. Seneng, bisa ketemu pacar dan temen temen lagi. Takut, takut ada masalah lagi kayak tahun kemarin :(. Cemas, cemas ngadepin ujian ujian yang bakalan ditempuh lagi. Dan yang pastinya khawatir, khawatir ninggalin keluarga disini :(.
Tapiiii, mau gak mau, suka gak suka, sanggup gak sanggup, semua harus aku hadapin. Because this was the life!! I belive, Allah bless me. Yang terpenting adalah tujuan awalku merantau harus terpenuhi. Mendapatkan ilmu, mendapatkan gelar, dan bisa membahagiakan orang tuaaa.
Secara teoritis, kita harus menjadi orang yang kuat dalam menghadapi kehidupan. Namun menurutku sebaliknya, terkadang apa yang terjadi tidak semudah yang kita katakan.
Harapku balik ke tanah rantau kali ini, tidak ada lagi masalah yang seriwet kemarin. Itu sajaaa. Agar aku bisa tenang mencapai tujuanku ditanah orang. 💔 -andin-